عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ” أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ”.
Artinya:
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya; seorang Imam (penguasa) adalah pemimpin bagi manusianya dan bertanggung jawab atas rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya (rumah tangganya) dan bertanggung jawab atas mereka, seorang wanita adalah pemimpin di dalam rumah suaminya serta anak-anaknya dan bertanggung jawab atas mereka, dan seorang hamba sahaya (pekerja) adalah penjaga harta benda majikannya dan bertanggung jawab atas harta tersebut; maka ketahuilah, setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.”
Sahih Bukhari, Kitab al-Ahkam, No. 7138; Sahih Muslim, No. 1829.
- Pemimpin bukan sekadar status sosial, melainkan tanggung jawab sistemik yang melekat pada setiap individu.
- Hadis ini meruntuhkan persepsi bahwa kepemimpinan hanya milik elite politik (presiden, raja, atau gubernur). Rasulullah ﷺ membagi struktur akuntabilitas secara hierarkis dan paralel: Negara: Penguasa bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Keluarga: Suami bertanggung jawab atas arah dan nafkah keluarga; istri bertanggung jawab atas manajemen internal rumah tangga dan pendidikan anak. Profesional: Pekerja/hamba bertanggung jawab atas aset yang dipercayakan kepadanya. Setiap orang adalah ra’in (penggembala). Logika “penggembala” berarti harus merawat, memberi makan, dan melindungi hewan gembalanya dari serigala (bahaya). Jika ada yang hilang atau rusak, penggembala adalah yang pertama dimintai pertanggungjawaban di akhirat.