Doa Keburukan bagi Pemimpin yang Menyulitkan


عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، بْنِ شُمَاسَةَ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ أَسْأَلُهَا عَنْ شَىْءٍ، فَقَالَتْ مِمَّنْ أَنْتَ فَقُلْتُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ مِصْرَ ‏.‏ فَقَالَتْ كَيْفَ كَانَ صَاحِبُكُمْ لَكُمْ فِي غَزَاتِكُمْ هَذِهِ فَقَالَ مَا نَقَمْنَا مِنْهُ شَيْئًا إِنْ كَانَ لَيَمُوتُ لِلرَّجُلِ مِنَّا الْبَعِيرُ فَيُعْطِيهِ الْبَعِيرَ وَالْعَبْدُ فَيُعْطِيهِ الْعَبْدَ وَيَحْتَاجُ إِلَى النَّفَقَةِ فَيُعْطِيهِ النَّفَقَةَ فَقَالَتْ أَمَا إِنَّهُ لاَ يَمْنَعُنِي الَّذِي فَعَلَ فِي مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَخِي أَنْ أُخْبِرَكَ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ فِي بَيْتِي هَذَا ‏”‏ اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ ‏”‏.‏

Artinya:

Abd al-Rahman bin Shumasa mengisahkan bahwa ketika ia menemui Aisyah untuk bertanya sesuatu, Aisyah menanyakan asal dan perlakuan gubernur Mesir terhadap mereka saat perang, yang kemudian dijawab bahwa sang gubernur sangat baik karena selalu mengganti unta yang mati, budak yang hilang, serta mencukupi kebutuhan pokok rakyatnya; mendengar hal itu, Aisyah menegaskan bahwa meski kematian tragis saudaranya (Muhammad bin Abu Bakar) terjadi di Mesir, hal itu tidak menghalanginya untuk menyampaikan kebenaran sabda Rasulullah ﷺ yang didengarnya langsung di rumahnya, yaitu doa beliau:

“Ya Allah, barangsiapa yang diberi wewenang mengurus urusan umatku lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah ia, dan barangsiapa yang diberi wewenang mengurus urusan umatku lalu ia berlaku lembut kepada mereka, maka berlakulah lembut kepadanya.”

Sahih Muslim, Kitab al-Imarah, No. 1828

  • Birokrasi yang sengaja dibuat rumit dan menyengsarakan rakyat akan dibalas dengan kerumitan hidup bagi pelakunya, baik di dunia maupun akhirat.
  • Hadis yang bersumber dari Sayyidah Aisyah ini adalah peringatan keras bagi para pembuat kebijakan. Rasulullah ﷺ memanjatkan dua doa yang kontradiktif: Doa Keburukan: Siapa yang mempersulit urusan umat, maka Allah akan mempersulit hidupnya. Ini mencakup pungli, prosedur yang berbelit-belit demi keuntungan pribadi, atau kebijakan yang mencekik ekonomi. Doa Kebaikan: Siapa yang berlaku lembut (mempermudah, ramah, dan solutif), maka Allah akan memberikan kelembutan dan kemudahan dalam hidupnya.