عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وفي رواية عن جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: ” لَا قُدِّسَتْ أُمَّةٌ لَا يُؤْخَذُ لِلضَّعِيفِ فِيهَا حَقُّهُ مِنْ الْقَوِيِّ غَيْرَ مُتَعْتَعٍ
Artinya:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. (dan dalam riwayat lain dari Jabir bin Abdullah r.a.), ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan disucikan (diberkahi) suatu umat/bangsa yang di dalamnya hak orang yang lemah tidak diambilkan dari orang yang kuat tanpa ada rasa takut atau hambatan.”
HR. Ibnu Majah, No. 2426; dinilai shahih oleh Al-Arna’uth.
- Sebuah sistem atau negara tidak akan mendapatkan keberkahan dan kesucian jika membiarkan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
- Hadis ini menekankan pentingnya kesetaraan di mata hukum (equality before the law). Negara yang berkah adalah negara yang memiliki sistem peradilan yang berani membela hak-hak rakyat kecil (wong cilik) saat mereka ditindas oleh elite penguasa atau orang kaya (the powerful), tanpa membuat rakyat kecil itu merasa terintimidasi (ghaira muta’ta’in). Jika hukum hanya berpihak pada yang kuat, keberkahan bangsa tersebut akan dicabut oleh Allah.