قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُۖ اِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ
Artinya:
Salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku, jadikanlah dia sebagai pekerja (kita). Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau jadikan sebagai pekerja adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”
QS. Al-Qashas (28): 26
- Ayat ini merumuskan pilar utama dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) dan rekrutmen. Melalui lisan anak Nabi Syuaib saat menilai Nabi Musa a.s., Al-Qur’an menetapkan syarat baku bagi siapa pun yang diberi delegasi tugas atau jabatan: Al-Qawiyyu (The Power): Memiliki kekuatan fisik, mental, keahlian teknis, dan kapabilitas yang memadai untuk menyelesaikan tugas. Al-Amin (The Trust): Memiliki sifat jujur, amanah, dan integritas moral agar tidak menyalahgunakan kekuasaan atau wewenangnya.