Kebersihan adalah Bagian dari Iman
Hadits ini diambil dari sebuah kitab susunan Imam Al-Ghazali, yaitu Kitab Ihya’ Ulumuddin. Rasulullah saw bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya: “Kesucian adalah setengah dari iman.” (HR Muslim).
Islam dibangun atas Kebersihan
Rasulullah saw pernah menyatakan pentingnya membersihkan segala sesuatu, karena Islam menekankan kebersihan sebagai dasar ajarannya.
تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ
Artinya: “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah Ta’ala membangun Islam ini di atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.” (HR. Ath-Thabrani).
Dalam sebuah riwayat lain, Aisyah Radhiallahu Anha menyebutkan bahwa, Rasulullah pernah bersabda yang artinya:
بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ
“Artinya: Agama itu dibangun berasaskan kebersihan.” (HR. Muslim).
Allah Swt Menyukai Tempat yang Suci
Dalam hadist tentang kebersihan selanjutnya diriwayatkan sebuah hadist bahwa Allah Swt menyukai hal suci dan tempat yang bersih. Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ
Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah Swt itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi).
Terdapat Pahala Besar dalam Menjaga Kebersihan
Dikutip dari Kitab Fiqih Thaharah karya Ibnu Abdullah, Rasulullah saw pernah bersabda bahwa Allah Swt pasti menjanjikan surga bagi siapa saja yang membersihkan atau menyingkirkan dahan pohon yang ada di jalanan yang akan menganggu orang yang lewat di jalanan tersebut. Rasulullah saw bersabda:
,مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalani jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,” maka Allah pun memasukkannya ke surga.” (HR Muslim).
Tidak Diterima Shalatnya Seorang Hamba Kecuali telah Suci
hadits yang menerangkan bab fiqih tentang kebersihan adalah syarat sah shalat, yang dimaksud kebersihan ini yaitu wudhu. Rasulullah Saw bersabda:
ابْنَ عُمَرَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
Artinya: “Ibnu Umar berkata, Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari curian (harta ghanimah).”
(HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah) (No. 224 Syarh Shahih Muslim) Shahih.
Kebersihan adalah Pembuka (Kunci) Shalat
Di hadits lainnya juga dijelaskan bahwa kebersihan adalah kunci ibadah shalat. Rasulullah saw bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ وَلَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِالْحَمْدُ وَسُورَةٍ فِي فَرِيضَةٍ أَوْ غَيْرِهَا
Artinya: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Pembuka shalat adalah bersuci, permulaannya adalah takbir, penutupnya adalah salam, dan tidaklah sah shalat orang yang tidak membaca Surat Al Fatihah dan surat (dari Al-Quran) baik dalam shalat wajib maupun shalat-shalat yang lainnya.” (HR. Tirmidzi) [No. 238 Maktabatu Al Maarif Riyadh] Shahih.
Menjaga Kebersihan sebelum Ibadah dengan Berwudu
عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، سَمِعْتُ شَبِيبًا أَبَا رَوْحٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمُ الصُّبْحَ فَقَرَأَ بِهِمُ الرُّومَ فَأَوْهَمَ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: “إِنَّهُ يَلْبَسُ عَلَيْنَا الْقُرْآنُ، إِنْ أَقْوَامًا مِنْكُمْ يُصَلُّونَ مَعَنَا لَا يُحْسِنُونَ الْوُضُوءَ، فَمَنْ شَهِدَ الصَّلَاةَ مَعَنَا فَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ”.
Artinya: Dari Abdul Malik ibnu Umair, bahwa ia pernah mendengar Syabib (yakni Abu Ruh) menceritakan hadis berikut dari salah seorang sahabat Rasulullah saw, bahwa Rasulullah saw. pernah melakukan salat subuh bersama mereka dan membaca surat Ar-Rum, tetapi beliau mengalami hambatan dalam bacaannya. Setelah selesai, beliau saw. bersabda: Sesungguhnya kami baru saja mengalami hambatan dalam membaca Al-Quran. Sesungguhnya banyak kaum dari kalangan kalian yang salat bersama kami tanpa melakukan wudu dengan baik. Maka barangsiapa yang ikut salat bersama kami, hendaklah ia melakukan wudunya dengan baik.
Menjaga Kebersihan di Hari Jumat seperti Berkurban Unta
Hadits ini menceritakan betapa pentingnya menjaga kebersihan, yaitu bersuci (mandi) sebelum pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat.
مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسلَ الْجَنَابَةِ، ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً
Artinya: Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandinya untuk jinabah, kemudian berangkat pada saat yang pertama, maka seakan-akan ia mengurbankan seekor unta. Hadits diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Kebersihan Mengajak keimanan
Hadits ini meriwayatkan bagaimana kebersihan dapat mengajak seseorang untuk lebih beriman. Rasulullah saw bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخَلَّلُوْا فَإِنَّهُ نَظَافَةٌ وَالنَّظَافَةُ تَدْعُوْ إِلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِيْمَانُ مَعَ صَاحِبِهِ فِى الْجَنَّةِ (رواه الطبراني)
Artinya:
“Buanglah sisa-sisa makanan di gigimu, karena perbuatan itu adalah kebersihan, dan kebersihan itu akan mengajak (menggiring) kepada iman, dan iman itu akan bersama orang yang memilikinya dalam surga.” (HR. At-Thabrani).
Menjaga Kebersihan sebelum Tidur
Dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim diriwayatkan melalui hadis Ubaidillah ibnu Umar, dari Said ibnu Abu Said, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang telah mengatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فلْينْفُضْه بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ، ثُمَّ لِيَقُلْ: بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ”
Artinya:
“Apabila salah satu dari kalian beranjak ke tempat tidurnya, hendaknya dia mengguncang-guncangkan tempat tidurnya dengan bagian dalam kainnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang telah terjadi di atas tempat tidurnya. Kemudian hendaknya dia mengucapkan: ‘Dengan nama-Mu, ya Allah, aku meletakkan sisi tubuhku dan dengan-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menjaga nyawaku, maka rahmatilah. Jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah dia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hambaMu.'”
Allah Mencintai Hambanya yang Menjaga Kebersihan
Rasulullah Saw bersabda:
عَنْ صَالِحِ بْنِ أَبِي حَسَّانَ قَال سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُو
Artinya: “Dari Shalih bin Abu Hassan ia berkata: Aku mendengar Said bin Al Musayyab berkata: ‘Sesungguhnya Allah Maha Baik, dan menyukai kepada yang baik, Maha Bersih dan menyukai kepada yang bersih, Maha Pemurah, dan menyukai kemurahan, dan Maha Mulia dan menyukai kemuliaan, karena itu bersihkanlah diri kalian.’ (HR. Tirmidzi)” [No. 2799 Maktabatu Al Maarif Riyadh].
Anjuran Menjaga Kebersihan Tempat Ibadah
وقد أمر النبي لنا ببناء المساجد في أماكن إقامتهم وتنظيفها والاحتفاظ بها نظرا العطر
Dari Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw. telah memerintahkan kepada kami untuk membangun masjid di tempat-tempat tinggal dan agar selalu dibersihkan serta diberi wangi-wangian. (HR Ahmad, Tirmidzi, lbn Majah dan Abu Dawud).
Mencuci Tangan Setelah Tidur
عن أبي هريرة -رضي الله عنه-، عن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: وإذَا اسْتَيْقَظَ أحَدُكُمْ مِن نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أنْ يُدْخِلَهَا في وَضُوئِهِ؛ فإنَّ أحَدَكُمْ لا يَدْرِي أيْنَ بَاتَتْ يَدُه
Artinya: “Apabila salah seorang dari kalian bangun tidur maka cucilah tangannya sebelum memasukkan tangan ke tempat air wudunya. Sesungguhnya dia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.” (HR. Muslim: 269)