نْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ خَرَجَتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Terjemahan: “Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu keluar melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia (dianggap seperti) pezina.”
Sumber: HR. An-Nasa’i no. 5126 dan At-Tirmidzi no. 2786. Derajat: dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih an-Nasa’i dan Shahih at-Tirmidzi.
Penerapan: Larangan tegas bagi muslimah memakai wewangian yang mencolok ketika keluar rumah dengan maksud menarik perhatian laki-laki bukan mahram.