Hadis larangan menolak ajakan suami


قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَوْ كَسَلَتْإِذَا دَعَاهَا الرَّوْحُ لِنَوْمِهِ فِي الْمَرْأَةُ تُرَدُّعَمَلُهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَا يَشْفَعُهَا وَأَكْلُهَابِإِذْنِهِ أَفْضَلُ مِنْ صِيَامِ سَنَةٍ وَخِدْمَتُهَاإِلَى زَوْجِهَا تَسْتَلْزِمُ الْجَنَّةَ وَالْمَغْفِرَةَوَالْآخِرَ العَظِيمَ

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika seorang wanita bermalas-malasan ketika jiwanya memanggilnya untuk tidur, amal perbuatannya akan ditolak pada Hari Kiamat, dan tidak akan menjadi penolong baginya. Makan dengan izin suami lebih baik daripada berpuasa selama setahun, dan berbakti kepada suaminya menjamin Surga, pengampunan, dan pahala yang besar di Akhirat.”