عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ امْرَأَةً مِنَ الْأَنْصَارِ أُصِيبَتْ بِمُصِيبَةٍ، فَقِيلَ لَهَا كَلِمَةٌ فِيهَا تَسَخُّطٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ الصَّبْرَ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
*Terjemahan (inti hadis, riwayat lain dari Anas bin Malik dengan redaksi serupa):* “Sesungguhnya kesabaran yang sejati adalah kesabaran pada benturan (musibah) yang pertama.”
Sumber: HR. Al-Bukhari no. 1283 dan Muslim no. 926 (dari Anas bin Malik, tentang seorang wanita yang menangis di kuburan). Derajat: Shahih (Muttafaq ‘alaih).
Faedah: Kesabaran yang bernilai tinggi adalah kesabaran yang ditunjukkan sejak awal musibah datang, bukan setelah reda emosinya.
—