Air hujan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan. Dengan hujan, siklus peredaran air menjadi seimbang dan stabil. Dalam al-Qur’an hujan digambarkan sebagai sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Kataالمطر sebanyak 14 kali, yakni: QS. al-A’raf ayat 84, QS. Hud ayat 82, QS. al-Hijr ayat 84, QS. al-Shu’ara ayat 173, QS. al-Naml ayat 58, QS. al-Anfal ayat 32, QS. al-Furqan ayat 40, QS. al-Nisa ayat 102. Dari 14 kali penyebutan, tujuh di antaranya menggunakan kata kerja (fiil) dan tujuh lainnya berupa isim. Empat di antara isim tersebut berupa nakirah dan tiga lainnya berbentuk ma’rifat. Namun dalam al-Qur’an, kalimat yang bermakna hujan tidak hanya menggunakan kataالمطر, tetapi terdapat kata lain yang bermakna hujan seperti dalam kata السماء yang disandingkan dengan kata انزل dan seakarnya. Al-Qur’an mengungkap air hujan dengan redaksi انزلمن السماء setidaknya terdapat dalam 24 ayat. Semua kata رطملا tersebut memiliki makna yang bermacam-macam dalam penggunaannya. Berabad-abad yang lalu,Allah Swt telah menggambarkan dengan jelas bagaimana proses terjadinya hujan, jauh sebelum para ilmuan sains menemukan teorinya. Dalam Surat al-Nur43:
Artinya: tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu Hampir-hampir menghilangkan penglihatan .
Fenomena alam tersebut menunjukkan bahwa tidak ada suatu apa pun dari ciptaan Allah yang dilalaikan-Nya, semua diatur sedemikian rupa. Peran hujan yang‚ menghidupkan ‛lahan mati‛ yang disebutkan dalam al-Qur’an sudah di analisa oleh pakar ilmu pengetahuan. Hujan di samping membawa butiran air, suatu materi yang penting bagi kehidupan semua makhluk hidup di dunia, ternyata butiran air hujan juga membawa serta material yang berfungsi sebagai pupuk. Saat air laut menguap dan mencapai awan, ia mengandung suatu yang dapat merevitalisasi daratan yang mati. Butiran air hujan yang mengandung bahan-bahan revitalisasi tersebut biasa dikenal dengan nama‚ surface tension droplest‛. Bahan-bahan ini diisi oleh lapisan permukaan laut yang ikut menguap. Pada lapisan tipis dengan ketebalan kurang dari seper-puluh millimeter dan bisa disebut‚ lapisan mikro‛ oleh para ahli biologi ini, ditemukan banyak serasah organic yang berasal dari dekomposisi algae renik zooplankton. Beberapa serasahini mengumpulkan dan menyerap beberapa elemen, seperti fosfor, magnesium dan potasium, yang jarang diperoleh di dalam air laut. Serasah ini juga menyerap logam berat seperti tembaga, zink, cobal dan lead, tanaman di daratan akan memperoleh sebagian besar garam-garam mineral dan elemen lainnya yang diperlukan untuk pertumbuhannya bersamaan dengan datangnya air hujan. Garam yang turun bersamaan dengan air hujan merupakan suatu miniatur dari pupuk yang biasa di gunakan dalam pertanian (natrium, potassium, kalium dan sebagainya). Logam berat di udara akan membentuk elemen yang akan meningkatkan produktivitas pada saat pertumbuhan dan pembuahan tanaman. Dengan demikian, hujan adalah sumber pupuk yang sangat penting. Dengan pupuk yang dikandung pada butiran hujan saja, dalam waktu 100 tahun, tanah yang miskin hara dapat mengumpulkan semua elemen yang diperlukan untuk tumbuhnya tanaman. Hutan juga tumbuh dan memperoleh keperluan hidupnya dari semua bahan kimia yang berasal dari laut.