Air Secara Sains


Penciptaan air merupakan salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. Tidak sedikit ayat al-Qur’an mengajak kita untuk merenungkan ciptaan-Nya tak terkecuali air. Air adalah zat cair yang substansi kimianya dirumuskan dengan H2O, karena unsur pembentuk air terdiri dari dua nuklir hidrogen plus satu nuklir oksigen. Masing-masing muatan saling mengikat kuat sehingga air memiliki daya kohesi yang lentur. Air mempunyai sifat netral dengan materi yang tidak berwarna, jernih atau bening, tidak berasa dan tidak berbau. Air memiliki kadar yang unik, sebagaimana diuraikan Fuad Pasya dalam bukunya bahwa komponen molekul secara mendetail adalah sebagai berikut: molekul air (H2O) terdiri atas satu nuklir (inti) oksigen dan dua nuklir hidrogen yang menyala dengan cepat dan oksigen yang membantunya menyala. Sedangkan, air yang terbuat dari kedua unsur itu justru digunakan untuk memadamkan api. Jadi molekul air dari satu sisi menjadi pemadam kebakaran namun di sisi yang lain justru menjadi pemicu terjadinya api. Molekul air dalam keadaan cair bersifat bipolar. Atom oksigen memiliki kekuatan menarik atom hydrogen, meskipun molekul air secara keseluruhan seimbang dari segi listrik. Artinya tidak menampakkan pengaruh muatan listrik, nukleus atom oksigen yang berukuran paling besar menarik jumlah elektron negatif lebih banyak dibandingkan dengan yang ditarik oleh dua nukles hidrogen. Saling ketertarikan atom oksigen yang memiliki elektonegativitas dengan atom hydrogen ini menyebabkan polarisasi muatan. Menurut Fuad Pasya, secara teknik molekul air dapat digambarkan dalam ruang hampa dengan bentuk segi empat, tetapi dua atom hidrogen tidak terdistribusi secara merata.Masing-masing terkait dengan atom oksigen dari satu sisi. Posisi seperti ini menimbulkan sebuah bangunan teknis di atasnya yang berupa muatan listrik negatif (elektron) dari satu sisi dan muatan listrik positif (proton) dari sisi lain. Artinya, molekul air mempunyai dua kutub yang berbeda. Oleh karena itu, air disebut mempunyai dua kutub. Gejala adanya dua kutub pada air ini dapat dipahami dari penafsiran ciri-ciri air, seperti kemampuan yang luar biasa untuk mencairkan berbagai zat. Sesuatu yang tidak dapat dicairkan oleh air karena satu atau lain hal, terkadang unsur-unsurnya dapat dipecah, lalu dibawa dalam keadaan tergantung atau emulsi. Salah satu kelebihan air adalah mampu merubah dan menetralisir zat lainnya seperti menghancurkan toksin atau racun-racun dan lemak dalam tubuh. Selain itu fungsi air juga melarutkan zat-zat yang diperlukan sebagai bahan makanan dalam tumbuh-tumbuhan dan mengubah komponen-komponennya dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Para ahli terus melakukan penelitian terhadap komposisi molekul air. Di antara kesimpulan penelitiannya adalah muatan listrik mampu menarik muatan listrik yang berlawanan pada molekul-molekul di sekitarnya, yaitu ujung hidrogen yang positif dan ujung oksigen yang negatif saling menarik. Gaya tarik menarik antar molekul ini dikenal dengan istilah ikatan hidrogen (hydrogenbonding). Molekul-molekul itu saling terkait sedemikian rupa sehingga menjaga keadaan cairan dan daya adhesinya pada suhu panas biasa. Di sini air tampak mempunyai kelebihan lain yang menjadikan kekuatan adhesi molekul-molekulnya lebih kuat dari pada adhesi benda cair lainnya, kecuali air raksa. Hal inilah yang menyebabkan air bisa, mengalir ke mana saja, menerobos ke semua tempat yang lebih rendah. Dengan demikian, air memadukan antara daya adhesi dan kekuatan untuk melekat, berbeda dengan air raksa karena adhesi molekul-molekulnya yang kuat tidak memungkinkannya menempel pada permukaan apa pun. Keunikan lain dari air adalah molekul air mempunyai gejala lain yang dikenal dengan  gejala ketegangan permukaan yang menjadikan permukaan air mirip seperti selaput kuat yang lentur. Apabila jarum besi diletakkan di atas permukaan air dengan lembut danhati-hati, jarum tersebut akan tetap terapung dan tidak tenggelam meskipun kepadatannya jauh lebih besar dari pada kepadatan air. Banyak hewan kecil seperti nyamuk yang dapat berjalan di atas permukaan air atau turun ke air dengan cara yang sangat menakjubkan. Semua fenomena ini merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Sang Pencipta. Keistimewaan lain dari air dengan adanya daya adhesi air dan kemungkinannya untuk melekat, yaitu kemampuannya melawan gaya gravitasi bumi bila air berada dalam sesuatu yang lembut dan bisa menyerap air seperti kain, tissue, atau sumbu. Gejala ini dikenal dengan nama ‘karakteristik bulu’, maka tidak heran mengapa buah kelapa memiliki air yang banyak karena air berjalan menjalar ke atas melalui  akar dan batang pohon untuk sampai di atas. Karakteristik itu, ditambah dengan rendahnya tingkat kepada tandan kelenturan air yang menyebabkannya mudah bergerak di antara sel-sel pada tumbuhan dan hewan serta membantu air untuk melewati jaringan-jaringannya. Itu pula yang memungkin kan peredaran darah di dalam tubuh karena dipompa oleh jantung.