Al-Quran sebagai bacaan paling mulia


عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ:
لا حَسَدَ إِلاَّ عَلَى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
متفق عليه

Abdullah ibn Umar ra berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :

Tidak diperbolehkan hasud (iri hati) itu kecuali kepada dua golongan; Kepada orang-orang yang Allah berikan kepada mereka al-Qur’an dan mereka selalu membacanya ditengah malam, dan kepada orang-orang yang Allah berikan kepada mereka harta kemudian disedekahkannya siang dan malam.