Memperindah bacaan Al-Quran


حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ»

Artinya:

“Hiasilah (bacaan) Al-Qur’an dengan suara-suara kalian.”

Dalam hadis lain, Nabi SAW bersabda: “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan (memperindah bacaan) Al-Quran.” (HR Abu Dawud 1469, dishahihkan Al-Albani). Ini menunjukkan betapa pentingnya keindahan bacaan dalam tradisi Islam.

Ilmu yang mengatur cara membaca Al-Quran dengan benar dan indah disebut tajwid. Tajwid mencakup aturan pengucapan huruf (makhraj), panjang pendek bacaan (mad), sifat-sifat huruf, dan cara berhenti atau melanjutkan bacaan (waqaf dan ibtida). Belajar tajwid hukumnya fardhu kifayah, dan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk mempelajari dasar-dasarnya.