Derajat penghafal Al-Quran di surga


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى ، عَنْ سُفْيَانَ ، حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ ، عَنْ زِرٍّ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

” يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ وَارْتَقِ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا ؛ فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا “.

Artinya:

“Dikatakan kepada penghafal Al-Quran: Bacalah dan naiki (derajat surga). Bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada di akhir ayat yang kamu baca.”

(HR Abu Dawud 1464)