I’tikaf di Masjid (terutama 10 malam terakhir)


I’tikaf di Masjid (terutama 10 malam terakhir): QS. Al-Baqarah: 187.

2.    اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ ۝

Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.

﴿ولا تُباشِرُوهُنَّ﴾ أيْ نِساءَكُمْ ﴿وأَنْتُمْ عاكِفُونَ﴾ مُقِيمُونَ بِنِيَّةِ الِاعْتِكاف ﴿فِي المَساجِد﴾ مُتَعَلِّق بِعاكِفُونَ نَهْي لِمَن كانَ يَخْرُج وهُوَ مُعْتَكِف فَيُجامِع امْرَأَته ويَعُود

تفسير الجلالين — المحلّي والسيوطي (٨٦٤، ٩١١ هـ)

Dan janganlah kalian menyetubuhi mereka﴾ yaitu istri-istri kalian﴿ sedangkan kalian sedang iktikaf﴾ menetap dengan niat iktikaf﴿ di masjid-masjid﴾ yang berhubungan dengan iktikaf﴿. Larangan bagi orang yang keluar ketika dia sedang iktikaf lalu menyetubuhi istrinya dan kembali.