Meningkatkan Taqwa


Meningkatkan Takwa: QS. Al-Baqarah: 183 (Tujuan Puasa).

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴾ [البقرة ١٨٣]

﴿يا أيُّها الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ﴾ يَعْنِي الأنْبِياءَ والأُمَمَ مِن لَدُنْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ، وفِيهِ تَوْكِيدٌ لِلْحُكْمِ وتَرْغِيبٌ في الفِعْلِ وتَطْيِيبٌ عَلى النَّفْسِ. والصَّوْمُ في اللُّغَةِ: الإمْساكُ عَمّا تُنازِعُ إلَيْهِ النَّفْسُ، وفي الشَّرْعِ: الإمْساكُ عَنِ المُفْطِراتِ بَياضَ النَّهارِ، فَإنَّها مُعْظَمُ ما تَشْتَهِيهِ النَّفْسُ. ﴿لَعَلَّكم تَتَّقُونَ﴾ المَعاصِيَ فَإنَّ الصَّوْمَ يَكْسِرُ الشَّهْوَةَ الَّتِي هي مَبْدَؤُها كَما قالَ عَلَيْهِ الصَّلاةُ والسَّلامُ «فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجاءٌ» أوِ الإخْلالُ بِأدائِهِ لِأصالَتِهِ وقِدَمِهِ.

(تفسير البيضاوي — البيضاوي (٦٨٥ هـ))

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. Ini berarti para nabi dan umat-umat sejak Adam a.s. Dan di dalamnya terdapat penegasan hukum, dorongan untuk melakukannya, dan menenangkan jiwa. Dan puasa dalam bahasa: menahan diri dari apa yang diinginkan oleh jiwa, dan dalam syariat: menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa pada siang hari, karena itu adalah sebagian besar dari apa yang diinginkan oleh jiwa. ﴿Semoga kalian bertakwa﴾ kepada dosa-dosa, karena puasa dapat mematahkan nafsu yang merupakan awal dari segala sesuatu, sebagaimana beliau ﷺ bersabda: «Maka berpuasalah, karena Puasa memiliki keutamaan atau mengabaikannya adalah pelanggaran karena keasliannya dan usianya yang sudah lama.