Amalan di bulan Jumadil Awal difokuskan pada peningkatan ibadah sunnah untuk meraih keberkahan, seperti memperbanyak sedekah, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan silaturahmi. Dianjurkan juga puasa Senin-Kamis serta Ayyamul Bidh (13-15 Jumadil Awal), shalat tahajud, dhuha, serta zikir “Subbuhun quddusun”.
Berikut adalah rincian amalan di bulan Jumadil Awal:
Puasa Sunnah: Melaksanakan puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Awal.
Memperbanyak Sedekah: Bersedekah membantu sesama atau berbagi rezeki, yang diyakini membawa keberkahan dan kebaikan.
Istighfar dan Zikir: Memperbanyak istighfar (mohon ampun) minimal 100 kali sehari dan membaca tasbih “Subbuhun quddusun” (Maha Suci lagi Kudus Tuhan kami).
Shalat Sunnah: Melaksanakan shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, dan tahajud untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah.
Membaca Al-Qur’an: Meningkatkan intensitas membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.
Silaturahmi: Menyambung tali persaudaraan dan mengunjungi kerabat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Doa Khusus: Membaca doa memohon perlindungan dari mara bahaya, salah satunya: Allaahumma innii a’uudzu bi-‘azhamatika an ughtaala min tahtii.
Bulan ini juga menjadi momen kontemplasi sejarah, seperti mengenang Perang Mu’tah, untuk memupuk keteguhan iman.