Amalan utama bulan Safar adalah meningkatkan ibadah sunnah seperti memperbanyak doa dan dzikir (istighfar, tahlil, tahmid, takbir, shalawat) untuk memohon perlindungan dari marabahaya, serta melakukan ibadah rutin seperti shalat sunnah (Dhuha, Tahajjud, Witir) dan membaca Al-Qur’an, sambil menghindari kepercayaan takhayul bahwa Safar adalah bulan sial dan menggantinya dengan tawakkal serta keyakinan penuh pada Allah SWT. Mandi tolak bala dan sedekah juga dianjurkan sebagai amalan khusus untuk meraih keberkahan di bulan ini.
Amalan yang Dianjurkan
Memperbanyak Doa dan Dzikir:
Mengingat Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, tahlil, tahmid, takbir, dan shalawat, serta memohon perlindungan dengan doa khusus seperti, “Allahumma inni a’udzu bika min syarri hadza sy-syahri wa syarri ma fihi wa syarri ma ba’dahu.” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan setelahnya).
Shalat Sunnah:
Melaksanakan shalat sunnah seperti Dhuha, Tahajjud, Witir, dan Rawatib sebagai bentuk ibadah dan permohonan perlindungan.
Membaca Al-Qur’an:
Membaca Al-Qur’an, terutama surat-surat pendek (Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) sebelum tidur, untuk ketenangan dan pahala.
Sedekah:
Memberikan sedekah dengan niat agar dijauhkan dari marabahaya.
Mandi Tolak Bala:
Membersihkan diri lahir dan batin dengan niat memohon perlindungan dari segala keburukan.
Puasa Sunnah:
Bisa mengamalkan puasa sunnah Ayyamul Bidh (puasa pertengahan bulan hijriyah: 13, 14, 15).
Sikap yang Dianjurkan
Tinggalkan Takhayul:
Hindari keyakinan bahwa Safar adalah bulan sial. Bulan Safar adalah bulan biasa yang penuh kesempatan untuk beribadah.
Tawakkal dan Optimis:
Berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT dan tetap optimis karena segala sesuatu terjadi karena takdir-Nya.
Intinya, bulan Safar adalah momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat hubungan dengan Allah, dan membersihkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai syariat.