Kekhusyukan dalam Beribadah: QS. Al-Baqarah: 45.
اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
﴿وَٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِیرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَـٰشِعِینَ﴾ [البقرة ٤٥]
﴿واسْتَعِينُوا﴾ اُطْلُبُوا المَعُونَة عَلى أُمُوركُمْ ﴿بِالصَّبْرِ﴾ الحَبْس لِلنَّفْسِ عَلى ما تَكْرَه ﴿والصَّلاة﴾ أفْرَدَها بِالذِّكْرِ تَعْظِيمًا لِشَأْنِها وفِي الحَدِيث (كانَ ﷺ إذا حَزَبَهُ أمْر بادَرَ إلى الصَّلاة وقِيلَ الخِطاب لِلْيَهُودِ لَمّا عاقَهُمْ عَنْ الإيمان الشَّرَه وحُبّ الرِّياسَة فَأُمِرُوا بِالصَّبْرِ وهُوَ الصَّوْم لِأَنَّهُ يَكْسِر الشَّهْوَة والصَّلاة لِأَنَّها تُورِث الخُشُوع وتَنْفِي الكِبْر ﴿وإنَّها﴾ أيْ الصَّلاة ﴿لَكَبِيرَة﴾ ثَقِيلَة ﴿إلّا عَلى الخاشِعِينَ﴾ السّاكِنِينَ إلى الطّاعَة
(تفسير الجلالين — المحلّي والسيوطي (٨٦٤، ٩١١ هـ))
Dan mintalah pertolongan﴾ mintalah bantuan dalam urusan kalian ﴿dengan sabar﴾ menahan diri dari apa yang kalian benci ﴿dan shalat﴾ Dia menyebutnya secara khusus untuk mengagungkan kedudukannya. Dalam hadis disebutkan (Rasulullah ﷺ jika menghadapi suatu urusan segera menuju shalat). Dikatakan bahwa ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi ketika mereka terhalang dari iman oleh keserakahan dan cinta kekuasaan, maka mereka diperintahkan untuk bersabar, yaitu puasa karena puasa dapat menahan hawa nafsu, dan shalat karena shalat menimbulkan khusyuk dan menghilangkan kesombongan. ﴿Dan sesungguhnya﴾ maksudnya shalat ﴿sungguh berat﴾ sangat berat ﴿kecuali bagi orang-orang yang khusyuk﴾ yang tenang dalam ketaatan.