فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَن يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا
“Maka kesabaran yang indah. Mudah-mudahan Allah mengembalikan mereka semua kepadaku.”
Tafsir tahlīlī:
Kesabaran Nabi Ya‘qub berlanjut hingga ia berharap Allah mengembalikan Yusuf dan saudara-saudaranya.
Sabar di sini bukan pasrah tanpa harapan, tetapi sabar yang disertai doa dan optimisme.
Contoh: orang tua yang sabar menunggu anaknya berubah menjadi lebih baik — sabar seperti ini bukan diam, tetapi terus berdoa dan menasihati dengan lembut.
Hikmah:
Sabar yang disertai harapan akan berakhir indah, karena Allah tidak mengecewakan hati yang berharap pada-Nya.