فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ
Artinya: “Maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya
Tafsir tahlīlī:
Allah memerintahkan Nabi untuk terus beribadah dengan penuh kesabaran. Dalam tafsir al-Baghawi dijelaskan, “Iṣṭabir” bermakna berusaha keras dalam konsistensi ibadah, meskipun lelah atau merasa berat. Kesabaran dalam ibadah tidak hanya berarti menahan diri untuk tidak meninggalkan kewajiban, tetapi juga menjaga kualitasnya.
Contoh: Menjaga shalat lima waktu tepat waktu, meskipun dalam kondisi sibuk atau lelah.
Hikmah: Ibadah butuh kesabaran, bukan hanya semangat sesaat.