وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
Artinya: “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan meyakini ayat-ayat Kami.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menunjukkan hubungan langsung antara kesabaran dan kepemimpinan. Dalam tafsir al-Qurthubi dijelaskan, seseorang tidak akan menjadi pemimpin yang bijak kecuali setelah melalui ujian kesabaran. Kepemimpinan sejati dibangun atas keteguhan, bukan ambisi.
Contoh: Seorang guru yang sabar menghadapi muridnya yang nakal akhirnya dihormati dan diikuti karena ketulusannya.
Hikmah: Kepemimpinan lahir dari keteguhan sabar.