وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ
Artinya:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu agar Kami mengetahui siapa di antara kamu yang berjihad dan yang bersabar.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini mengingatkan bahwa ujian adalah sarana pembeda antara yang sungguh-sungguh dan yang pura-pura. Menurut Tafsir al-Jalalayn, ujian di sini mencakup cobaan dunia, kesulitan, dan tekanan musuh. Allah tidak butuh mengetahui dengan ilmu baru, tapi untuk menampakkan siapa yang benar-benar sabar dalam amalnya.
Contoh:
Seorang dai yang tetap berdakwah meski ditolak dan dihina masyarakat — ia sedang diuji apakah sabarnya sejati atau sekadar di lisan.
Hikmah:
Ujian membuktikan kualitas sabar. Tanpa ujian, kesabaran tidak akan dikenal.