وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
Artinya:
“Dan mereka saling menasihati dalam kesabaran dan kasih sayang.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menggambarkan karakter komunitas beriman yang sehat: mereka saling mengingatkan dalam kesabaran dan cinta kasih. Tafsir Ibn Asyur menjelaskan bahwa sabar harus menjadi budaya sosial — bukan hanya individu. Tanpa saling mengingatkan, masyarakat mudah goyah oleh emosi.
Contoh:
Sahabat yang menenangkan temannya saat gagal ujian atau kehilangan pekerjaan telah menjalankan “tawāṣaw biṣ-ṣabr.”
Hikmah:
Sabar harus ditularkan, bukan dipendam. Bersama-sama, kesabaran menjadi kekuatan.