وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
Artinya:
“Barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia memberi petunjuk kepada hatinya.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menjelaskan bahwa dalam setiap musibah, iman adalah sumber ketenangan batin. Tafsir Ibn Katsir menyebutkan, orang yang yakin pada takdir Allah akan diberi petunjuk untuk menerima, bukan menolak. Hatinya menjadi tenang karena tahu bahwa semua terjadi atas kehendak Allah.
Contoh:
Ketika kehilangan orang tercinta, lalu seseorang berkata, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn,” ia sedang menegaskan keimanannya — dan Allah menuntun hatinya menuju ketenangan.
Hikmah:
Iman menguatkan sabar dalam musibah. Hati yang beriman tidak goyah walau dunia berubah.