وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا
Artinya:
“Sifat baik itu tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menyusul perintah Allah untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Hanya orang sabarlah yang mampu menahan diri dari amarah dan membalas kejahatan dengan kasih sayang. Tafsir al-Marāghī menjelaskan bahwa akhlak mulia tidak tumbuh dari kecerdasan, tetapi dari kesabaran yang panjang dalam melatih diri.
Contoh:
Seseorang yang tersinggung tapi memilih tersenyum dan memaafkan, ia telah mencapai derajat akhlak mulia sebagaimana ayat ini.
Hikmah:
Sabar adalah dasar akhlak luhur. Tanpa sabar, akhlak hanya akan menjadi teori, bukan kenyataan.