Al-Anfal [8]:46


وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, agar kamu tidak gagal dan kehilangan kekuatan. Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

Tafsir tahlīlī:
Ayat ini diturunkan dalam konteks peperangan, namun maknanya berlaku luas — dalam setiap perjuangan bersama, sabar menjaga kekompakan.
Perpecahan biasanya lahir dari ego dan kurangnya kesabaran menghadapi perbedaan.
Contoh: dalam organisasi dakwah, jika tiap orang sabar mendengar pendapat orang lain, kerja sama akan berjalan mulus.

Hikmah:
Sabar menjaga persatuan dan kekuatan umat. Ketika sabar hilang, kekuatan pun ikut lenyap.