Ali ‘Imran [3]:146


وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

 “Dan betapa banyak nabi yang berperang bersama pengikut-pengikut yang sabar; mereka tidak lemah karena penderitaan di jalan Allah, tidak lesu dan tidak menyerah. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”

Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menggambarkan karakter para nabi dan pengikut setia mereka — sabar menghadapi kesulitan perjuangan tanpa mundur selangkah pun.
Kesabaran dalam perjuangan bukan berarti pasif, tapi tetap tegar walau situasi sulit.
Contohnya, seorang aktivis sosial yang terus berjuang membela kebenaran meskipun difitnah atau dikucilkan — ia meneladani para nabi yang sabar dalam menegakkan kebenaran.

Hikmah:
Sabar adalah bekal perjuangan para nabi. Orang sabar tidak mencari hasil cepat, tapi hasil yang diridai Allah.