وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya:
“Dan barang siapa bersabar dan memaafkan, sesungguhnya itu termasuk perkara yang mulia.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menunjukkan puncak akhlak mulia: memadukan sabar dan memaafkan. Tafsir Ibn Katsir menjelaskan bahwa orang sabar tidak membalas kezaliman dengan kejahatan, sementara memaafkan berarti menghapus luka di hati. Dua sifat ini adalah karakter orang bertakwa sejati.
Contoh:
Ketika seseorang difitnah oleh temannya, lalu memilih diam dan mendoakan kebaikan baginya — ia telah menunjukkan kemuliaan sabar dan maaf.
Hikmah:
Sabar dan maaf adalah akhlak agung. Dua hal ini tidak melemahkan, justru menguatkan jiwa yang beriman.