أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
Artinya:
“Bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya?”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini meneguhkan bahwa sumber kesabaran sejati adalah keyakinan bahwa Allah cukup sebagai pelindung, penolong, dan pemberi rezeki. Tafsir al-Baghawi menjelaskan, orang yang merasa cukup dengan Allah tidak akan gelisah walau kehilangan dunia, karena hatinya sudah tenang dengan pengawasan Allah.
Contoh:
Ketika seseorang kehilangan pekerjaan tapi tetap tenang karena yakin Allah akan memberi jalan lain — itulah sabar yang tumbuh dari keyakinan bahwa Allah cukup.
Hikmah:
Sabar tumbuh dari keyakinan bahwa Allah cukup. Jika hati percaya, maka hilanglah ketakutan.