إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
Artinya: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Sebaik-baik hamba, sesungguhnya dia banyak kembali kepada Allah.”
Tafsir tahlīlī:
Ayat ini menggambarkan kesabaran Nabi Ayyub ‘alaihis-salām dalam menghadapi penyakit, kehilangan harta, dan keluarga. Tafsir al-Marāghī menjelaskan, sabar Nabi Ayyub adalah bentuk kesempurnaan iman karena tidak pernah mengeluh kepada makhluk, hanya kepada Allah.
Contoh: Ketika sakit, seseorang tidak mengeluh di depan orang lain, tetapi memperbanyak doa dan zikir memohon kesembuhan.
Hikmah: Sabar dalam sakit adalah tanda iman mendalam.