Surah Al-Qashash (28) Ayat 77
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾
Terjemahan:
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
Penjelasan:
Moderasi beragama selalu mengutamakan kemaslahatan publik (maslahah ‘ammah) di atas kepentingan golongan tertentu. Tindakan keagamaan apa pun harus dinilai berdasarkan apakah itu menghasilkan ihsān (kebaikan) atau fasād (kerusakan). Jika suatu tindakan mengarah pada fasad, maka itu bertentangan dengan prinsip Al-Qur’an dan moderasi.
Ayat ini adalah seruan untuk mencari keseimbangan (moderasi). Ia menyuruh mencari bekal akhirat tanpa melupakan urusan duniawi, yang diwujudkan melalui ihsan (berbuat baik) kepada orang lain. Ayat ini adalah seruan untuk mencari keseimbangan (moderasi). Ia menyuruh mencari bekal akhirat tanpa melupakan urusan duniawi, yang diwujudkan melalui ihsan (berbuat baik) kepada orang lain.