Membangun Dialog dan Persaudaraan Kemanusiaan


Surah Al-Hujurat (49): 10

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾ 

 Terjemahan:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”.

Penjelasan:

Ayat ini berbicara tentang moderasi dalam hubungan internal umat beriman, yang merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya moderasi sosial yang lebih luas. Moderasi beragama dimulai dari internal umat Islam sendiri. Umat dilarang bersikap ekstrem terhadap sesama Muslim karena perbedaan mazhab, pandangan politik, atau kelompok organisasi. Menganggap sesama Muslim sebagai saudara mewajibkan adanya sikap saling menghargai dan tidak saling menjatuhkan atau mengafirkan.

Upaya perdamaian adalah bentuk moderasi tertinggi. Moderasi menolak kekerasan dan konflik, bahkan di antara kelompok yang seiman. Konflik internal yang dibiarkan berlarut-larut adalah bentuk ekstremisme yang merusak tatanan sosial. Umat beragama harus mengambil peran aktif sebagai mediator dan pembawa damai.