Qs. Al-Anfal {8} : 11 :
اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَۗ
“(Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu.”
Ayat ini turun dalam konteks Perang Badar, yaitu pertempuran besar pertama antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy. Saat itu, kaum Muslimin berada dalam kondisi jumlah yang sedikit, persenjataan terbatas, dan medan yang berat berupa pasir. Selain itu, sebagian sahabat berada dalam keadaan junub, sementara air sangat terbatas.
Allah kemudian menurunkan hujan sebagai bentuk pertolongan. Hujan tersebut memiliki beberapa fungsi sekaligus: menyediakan air untuk bersuci, memadatkan pasir agar mudah dilalui, dan menumbuhkan ketenangan batin bagi kaum Muslimin. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa kebersihan dan thaharah memiliki peran strategis dalam membangun kesiapan spiritual dan fisik.
Penjelasan tafsir Ibnu Katsir Qs. Al-Anfal {8} : 11 :
وَقَوْلُهُ: ﴿لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ﴾ أَيْ: مِنْ حَدَثٍ أَصْغَرَ أَوْ أَكْبَرَ، وَهُوَ تَطْهِيرُ(٢٠) الظَّاهِرِ ﴿وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ﴾ أَيْ: مِنْ وَسْوَسَةٍ أَوْ(٢١) خَاطِرٍ سَيِّئٍ، وَهُوَ تَطْهِيرُ الْبَاطِنِ، كَمَا قَالَ تَعَالَى فِي حَقِّ أَهْلِ الْجَنَّةِ: ﴿عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ﴾ فَهَذَا زِينَةُ الظَّاهِرِ ﴿وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا﴾ [الْإِنْسَانِ: ٢١] أَيْ: مُطَهِّرًا لِمَا كَانَ مِنْ غِلٍّ أَوْ حَسَدٍ أَوْ تَبَاغُضٍ، وَهُوَ زِينَةُ الْبَاطِنِ وَطَهَارَتُهُ.
﴿وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ﴾ أَيْ: بِالصَّبْرِ وَالْإِقْدَامِ عَلَى مُجَالَدَةِ الْأَعْدَاءِ، وَهُوَ شَجَاعَةُ الْبَاطِنِ، ﴿وَيُثَبِّتَ بِهِ الأقْدَامَ﴾ وَهُوَ شَجَاعَةُ الظَّاهِرِ، واللَّهُ أَعْلَمُ.
Ibn Kathir menegaskan bahwa ayat ini menunjukkan keterkaitan antara thaharah dan keteguhan iman. Menurutnya, hujan tersebut bukan sekadar fenomena alam, tetapi pertolongan Ilahi yang menyatukan aspek fisik (air, medan perang) dan aspek spiritual (ketenangan, kepercayaan diri).
QS. Al-Anfāl [8]: 11 menegaskan bahwa kebersihan dan thaharah merupakan bagian dari pertolongan Allah dalam menghadapi situasi sulit. Melalui air hujan, Allah menyucikan tubuh, menenangkan jiwa, dan menguatkan langkah kaum beriman. Ayat ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya syarat ibadah, tetapi juga sumber kekuatan spiritual, mental, dan sosial dalam kehidupan umat Islam.