Kesempurnaan dan keteraturan alam semesta


Al-Mulk {67} : 3

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu melihat suatu celah?”

Konteks Ayat Menurut Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini termasuk ayat-ayat tauhid rububiyah yang bertujuan:

  • menegaskan kesempurnaan ciptaan Allah,

  • menumbuhkan rasa takjub,

  • mendorong manusia untuk merenungi keteraturan alam semesta.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini ditujukan untuk membantah anggapan bahwa alam berjalan tanpa aturan, sekaligus mengingatkan manusia agar tidak menjadi perusak tatanan tersebut.