Keseimbangan ekosistem ciptaan Allah


QS. Al-Ḥijr {15} : 19

وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُوْنٍ

“Kami telah menghamparkan bumi, memancangkan padanya gunung-gunung, dan menumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran(-nya).”

Dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa QS. Al-Ḥijr {15} : 19 merupakan penegasan kekuasaan dan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan bumi secara seimbang dan terukur. Ayat ini menegaskan bahwa bumi tidak diciptakan secara kacau atau tanpa tujuan, melainkan dengan tatanan yang rapi, proporsional, dan penuh hikmah, sehingga layak dihuni oleh manusia dan makhluk lainnya.

Ibnu Katsir menafsirkan frasa “wal-arḍa madadnāhā” sebagai gambaran bahwa Allah menjadikan bumi terhampar dan dapat dimanfaatkan, meskipun secara hakikat bumi berbentuk bulat. Ungkapan ini menunjukkan kemudahan hidup yang Allah sediakan bagi manusia, sekaligus bukti rahmat-Nya.