Al-Baqarah {2} : 195
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْن
“Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Ayat ini menekankan perlindungan diri dan larangan merusak diri sendiri. Tema utamanya adalah kebersihan dan kesehatan jasmani sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah, di mana umat Islam diperintahkan untuk menjaga tubuh dan kehidupannya dari hal-hal yang membahayakan, termasuk makanan, minuman, dan perilaku yang merusak kesehatan. Penerapannya mencakup menjaga pola makan, menghindari konsumsi yang berbahaya, serta menjaga tubuh dari kebiasaan merusak seperti alkohol atau zat berbahaya lainnya. Motivasi dari ayat ini adalah bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual, dan menjaga kesehatan diri merupakan bentuk ketaatan serta bagian dari ibadah yang diterima Allah.