QS. Muhammad [47]: 19
فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْࣖ
Terjemah:
Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.
Penjelasan:
Menarik bahwa setelah perintah berilmu dan beriman (“fa’lam annahu laa ilaaha illallah”), langsung diikuti dengan perintah istighfar. Ini menandakan bahwa ilmu dan iman sejati selalu melahirkan rasa rendah hati dan kebutuhan akan ampunan Allah. Bahkan Nabi yang maksum pun diperintahkan untuk beristighfar, apalagi kita yang penuh dosa.
Pesan-pesan Utama:
-
Ilmu dan iman menuntun pada istighfar. Setelah memahami bahwa tiada Tuhan selain Allah, seorang mukmin akan sadar akan kelemahan dirinya dan terdorong untuk terus memohon ampunan. Pengetahuan yang benar tidak menjadikan sombong, tetapi semakin merendahkan hati di hadapan Allah.
-
Istighfar adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian sosial. Nabi diperintahkan tidak hanya memohon ampun untuk dirinya, tetapi juga untuk seluruh mukmin laki-laki dan perempuan. Ini menunjukkan bahwa memohonkan ampun bagi orang lain adalah wujud cinta dan solidaritas sesama umat beriman.
-
Allah Maha Mengetahui seluruh keadaan hamba-Nya. Penutup ayat ini memberi harapan bahwa setiap usaha, doa, dan istighfar kita tidak pernah sia-sia karena Allah mengetahui setiap gerak langkah dan tempat berlabuh kita, lahir maupun batin.