QS. Al-Kahfi [18]: 58
وَرَبُّكَ الْغَفُوْرُ ذُو الرَّحْمَةِۗ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوْا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَۗ بَلْ لَّهُمْ مَّوْعِدٌ لَّنْ يَّجِدُوْا مِنْ دُوْنِهٖ مَوْىِٕلًا
Terjemah:
Dan Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Pemilik rahmat. Seandainya Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Akan tetapi, bagi mereka ada waktu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung selain-Nya.
Penjelasan:
Allah menunda hukuman-Nya meski manusia bergelimang dosa. Penundaan ini adalah bentuk kasih sayang, memberi ruang bagi manusia agar kembali dan bertaubat. Harapan tumbuh dari sini: selama hidup, pintu taubat terbuka lebar, dan azab ditangguhkan sebagai tanda rahmat Allah.
Pesan-pesan utama:
-
Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sehingga tidak langsung menghukum hamba-Nya meski mereka berbuat dosa.
-
Penundaan azab adalah bentuk kasih sayang, memberi kesempatan bagi manusia untuk introspeksi, memperbaiki diri, dan bertaubat.
-
Setiap manusia masih memiliki waktu untuk kembali kepada Allah, namun waktu itu terbatas—sebelum datangnya ajal atau hari pembalasan.
-
Tidak ada tempat berlindung selain Allah, maka satu-satunya jalan keselamatan adalah kembali dan memohon ampun kepada-Nya.