QS. Al-Mu’minun [23]: 109
إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌۭ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Terjemah:
Sesungguhnya ada segolongan hamba-hamba-Ku yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang terbaik.
Penjelasan:
Doa ini menjadi cermin harapan seorang mukmin. Mereka menggabungkan iman, permohonan ampun, dan harapan rahmat Allah. Allah mengabadikan doa ini dalam Al-Qur’an, menunjukkan betapa besarnya kasih sayang-Nya terhadap orang yang berdoa dengan hati ikhlas.
Pesan-pesan Utama:
-
Iman harus diiringi dengan permohonan ampun dan rahmat. Ayat ini mengajarkan bahwa keimanan sejati tidak berhenti pada pengakuan, tetapi harus disertai kesadaran akan kelemahan diri dan kebutuhan terhadap ampunan Allah.
-
Doa adalah wujud harapan yang tulus kepada Allah. Permohonan “faghfir lana warhamna” menunjukkan bahwa seorang mukmin selalu berharap agar Allah menutupi dosa-dosanya dan melimpahkan kasih sayang-Nya, karena hanya rahmat Allah yang dapat menyelamatkan.
-
Allah mencintai hamba yang berdoa dengan hati yang lembut dan penuh pengharapan. Dengan mengabadikan doa ini dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa orang-orang yang beriman dan memohon ampun akan selalu mendapat perhatian dan kasih sayang-Nya.