Qs.Ibrāhīm (14):34


Qs.Ibrāhīm (14):34

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Artinya; Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Qs.Ibrāhīm (14):34)

Penejelasan:

Ayat ini mengingatkan bahwa seluruh nikmat yang kita miliki—baik yang diminta maupun tidak—semuanya datang dari Allah. Karena itu, dzikir (mengingat Allah) menjadi bentuk kesadaran dan syukur atas limpahan nikmat-Nya. Orang yang senantiasa berdzikir akan terhindar dari sifat zhalūm (aniaya terhadap diri sendiri karena lupa kepada Allah) dan kaffār (ingkar nikmat). Dzikir menjadikan hati lembut, penuh syukur, dan dekat dengan Pemberi nikmat.

Pesan-Pesan Lainnya:

  1. Syukur lahir dari dzikir
  2. Lupa berdzikir = lupa diri
  3. Nikmat tak terhitung, tapi dzikir memperbanyak syukur
  4. Dzikir menjaga dari kezaliman batin
  5. Nikmat bertambah dengan dzikir