Qs.Ṭāhā (20):14


Qs.Ṭāhā (20):14

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Artinya; Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (Qs.Ṭāhā (20):14)

Penjelasan: 

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama salat dan seluruh ibadah adalah mengingat Allah (dzikir). Shalat bukan sekadar gerakan fisik atau bacaan ritual, melainkan sarana untuk menjaga hati tetap terhubung dengan Allah. Dzikir dalam shalat menghadirkan kesadaran bahwa setiap sujud dan bacaan adalah bentuk pengakuan atas keesaan-Nya. Ketika dzikir mengisi ibadah, maka ibadah itu menjadi hidup, menumbuhkan ketenangan, dan mencegah dari perbuatan keji serta mungkar.

Pesan-pesan Lainya: 

  1. Ibadah sejati berawal dari pengenalan terhadap Allah.
  2. Salat adalah puncak dzikir.
  3. Dzikir adalah ruh dari setiap ibadah.
  4. Dzikir menjaga hati tetap hidup.
  5. Ibadah yang benar membawa perubahan.