Qs. Al-Hajj (22):37


Qs. Al-Hajj (22):37

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya : Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.(Qs. Al-Hajj (22):37)

Penjelasan:

Ayat ini mengingatkan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah bentuk lahir ibadah seperti darah dan daging kurban, tetapi ketakwaan dan keikhlasan hati. Dzikir dalam kehidupan sehari-hari berarti menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas baik bekerja, belajar, maupun berinteraksi sehingga semua dilakukan dengan niat yang tulus karena-Nya. Inilah wujud dzikir sejati: mengingat Allah dalam setiap langkah dan menjadikan hati selalu terhubung dengan-Nya.

Pesan-pesan Lainnya:

  1. Nilai ibadah terletak pada keikhlasan, bukan bentuk lahirnya.
  2. Dzikir sejati adalah hadirnya kesadaran akan Allah dalam setiap perbuatan.
  3. Setiap nikmat yang Allah tundukkan bagi manusia seharusnya menambah rasa syukur dan takbir (pengagungan) kepada-Nya.
  4. Orang yang senantiasa berbuat baik dan berdzikir akan mendapat kabar gembira dari Allah.
  5. Ketakwaan adalah buah dari dzikir yang hidup—dzikir yang menggerakkan amal saleh.