Qs.Al-Mu’minūn (23):1–2
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Artinya: Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (Qs.Al-Mu’minūn (23):1)
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
Artinya: (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, (Qs.Al-Mu’minūn (23):2)
Penjelasan :
Ayat ini menunjukkan bahwa keberuntungan sejati milik orang beriman yang khusyuk dalam salatnya yakni mereka yang hatinya selalu hadir mengingat Allah. Dzikir menjadi ruh salat dan cermin keimanan; tanpa dzikir, salat hanya menjadi gerak tanpa makna. Kekhusyukan lahir dari hati yang hidup dengan dzikir, sadar akan kehadiran Allah di setiap ibadah dan aktivitas.
Pesan-Pesan Lainnya;
- Keberuntungan hakiki berawal dari keimanan yang hidup.
- Dzikir menumbuhkan kekhusyukan dalam salat.
- Khusyuk adalah buah dari hati yang selalu ingat Allah.
- Iman sejati tampak dari kesadaran dalam ibadah.
- Salat tanpa dzikir kehilangan ruhnya.
- Orang beriman menjaga hatinya tetap lembut dengan dzikir.
- Kekhusyukan adalah tanda kedekatan dengan Allah.
- Dzikir membuat ibadah bernilai dan bermakna.
- Hati yang berdzikir mudah tunduk dan tenang.Kesuksesan spiritual dimulai dari salat yang khusyuk.