Qs.Az-Zumar (39):36–37
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ
Artinya: Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (sesembahan) yang selain Dia. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Qs.Az-Zumar (39):36)
وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِى ٱنتِقَامٍ
Artinya: Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai (kekuasaan untuk) menghukum? (Qs.Az-Zumar (39):37)
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mencukupi dan melindungi hamba-Nya. Dalam kesulitan, dzikir menumbuhkan keyakinan bahwa pertolongan Allah cukup tanpa perlu takut kepada selain-Nya. Dalam nikmat, dzikir menjaga hati agar tetap bersandar kepada Allah, bukan pada kekuatan diri atau makhluk lain. Dzikir menjadi benteng dari rasa takut, was-was, dan kesesatan, serta pengingat bahwa hidayah hanya datang dari Allah.
Pesan-Pesan Lainnya :
- Cukup Allah sebagai pelindung.
- Jangan takut pada selain Allah.
- Hidayah dan kesesatan di tangan Allah.
- Dzikir meneguhkan hati dalam ujian.
- Dzikir menjaga kesadaran dalam nikmat.
- Allah Maha Perkasa dan berhak menghukum.
- Ketenangan datang dari kebergantungan kepada Allah.
- Kesulitan bukan ancaman bagi hati yang berdzikir.
- Nikmat bukan alasan untuk lalai.
- Dzikir adalah jaminan keteguhan iman.