Qs. Ṣād (38):47–48
وَإِنَّهُمْ عِندَنَا لَمِنَ ٱلْمُصْطَفَيْنَ ٱلْأَخْيَارِ
Artinya: Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (Qs. Ṣād (38):47)
وَٱذْكُرْ إِسْمَٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَذَا ٱلْكِفْلِ وَكُلٌّ مِّنَ ٱلْأَخْيَارِ
Artinya; Dan ingatlah Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. (Qs. Ṣād (38):48)
Penjelasan:
Ayat-ayat ini menggambarkan para nabi sebagai al-akhyār orang-orang terbaik yang senantiasa mengingat Allah dalam segala keadaan. Dalam kesulitan, mereka bersabar dan tetap bertawakal; dalam nikmat, mereka bersyukur dan tidak sombong. Dzikir bagi mereka bukan sekadar ucapan, tetapi kesadaran hati yang menuntun pada kebaikan dan keteguhan iman.
Pesan-Pesan Lainnya;
- Dzikir menumbuhkan kesabaran dalam ujian.
- Dzikir menjaga hati tetap bersyukur dalam nikmat.
- Dzikir melahirkan keteguhan dan ketenangan.
- Dzikir menjadi ciri orang pilihan Allah.
- Dzikir menyucikan niat dan memperbaiki amal.
- Dzikir menghubungkan hati dengan kasih sayang Allah.
- Dzikir menjadi sumber kekuatan dalam perjuangan hidup.