Qs. Al-Hajj (22):28
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ
Artinya: Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (Qs. Al-Hajj (22):28)
Penjelasan:
Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir tidak hanya dilakukan dalam ibadah formal, tetapi juga dalam aktivitas hidup sehari-hari termasuk ketika menikmati rezeki dari Allah. Menyebut nama Allah saat menerima nikmat (seperti makanan, pekerjaan, atau keberhasilan) mengingatkan bahwa semua itu berasal dari-Nya. Dzikir menjadikan setiap aktivitas bernilai ibadah, menumbuhkan rasa syukur, dan mendorong untuk berbagi dengan sesama.
Pesan-Pesan Lainnya;
- Dzikir adalah bentuk syukur.
- Ibadah dan sosial saling berkaitan.
- Nikmat dunia harus diingat dengan nama Allah.
- Dzikir menumbuhkan kesadaran sosial.
- Hari-hari yang disebut “ma‘lūmāt” (hari-hari tertentu)