Qs.An-Naḥl (16):43 – 44
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya; Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (Qs.An-Naḥl (16):43 )
بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلزُّبُرِ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya; (mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Aẓ-Żikr (Al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan, (Qs.An-Naḥl (16): 44)
Penjelasan:
Ayat ini menunjukkan bahwa adz-dzikr (zikir) bukan hanya berarti mengingat Allah dengan lisan, tetapi juga menunjuk pada Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan petunjuk hidup. Orang yang berzikir berarti kembali kepada wahyu dan mencari penjelasan dari orang yang berilmu (ahludz-dzikr). Zikir yang sejati menumbuhkan pengetahuan, kesadaran, dan pengamalan.
Pesan-pesan Lainnya:
- Zikir menumbuhkan ilmu
- Zikir menuntun pada tafakur
- Zikir adalah cahaya ilmu dan amal
- Belajar adalah bagian dari zikir
- Rasul sebagai penjelas zikir