Simpulan
Media Zarrouk dan BG-11 menghasilkan pertumbuhan dan output kelistrikan yang relatif serupa. Nilai optical density (OD) puncak masing-masing sebesar 1,321 ± 0,029 dan 1,453 ± 0,056, serta tegangan maksimum sebesar 0,777 ± 0,001 V dan 0,775 ± 0,004 V. Media Zarrouk dan BG-11 dapat mendukung kultivasi Spirulina sp. pada sistem biofotovoltaik (BPV). Media GA menghasilkan pertumbuhan paling rendah dengan OD maksimum 1,171 ± 0,153 dan tegangan tertinggi 0,765 ± 0,000 V, yang mencerminkan keterbatasan nutrisi dan kemampuan fotosintesis yang lebih lemah dibandingkan dua media lainnya.
Saran
Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi perbedaan bahan elektroda dan desain sistem biofotovoltaik (BPV) guna menentukan pengaruhnya terhadap peningkatan produksi listrik. Optimalisasi desain BPV, termasuk konfigurasi sel, pemilihan bahan elektroda, dan komposisi media, perlu dilakukan untuk mendapatkan sistem yang lebih efisien dalam menghasilkan tegangan dan daya listrik. Penelitian mendatang juga dapat mempertimbangkan pengaruh pemanfaatan perangkat BPV terhadap kualitas biomassa Spirulina sp., baik dari kandungan nutrisi, senyawa bioaktif, maupun potensi aplikatifnya di bidang pangan atau farmasi.