Relasi Spiritual Manusia dengan Alam


Luqman [31]:10-11

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۗ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ

هٰذَا خَلْقُ اللّٰهِ فَاَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖۗ بَلِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍࣖ

Terjemah:

Dia menciptakan langit tanpa tiang (seperti) yang kamu lihat dan meletakkan di bumi gunung-gunung (yang kukuh) agar ia tidak mengguncangkanmu serta menyebarkan padanya (bumi) segala jenis makhluk bergerak. Kami (juga) menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami menumbuhkan padanya segala pasangan yang baik.

Inilah ciptaan Allah. Maka, perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sembahanmu) selain-Nya. Sebenarnya orang-orang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

Kandungan Ayat:

  1. Penciptaan Langit
    Allah menciptakan langit bertingkat-tingkat tanpa tiang penyangga yang terlihat, menunjukkan kekuasaan-Nya untuk menjaga langit tetap tegak. 
  2. Penciptaan Gunung
    Allah menancapkan gunung-gunung sebagai pasak bumi agar tidak bergoncang, sehingga manusia dan makhluk lainnya bisa hidup dengan tenang. 
  3. Penyebaran Binatang
    Allah memperkembangbiakkan berbagai jenis binatang di bumi, baik yang besar maupun yang kecil, yang sangat beragam dan jumlahnya tak terhingga. 
  4. Penurunan Hujan
    Allah menurunkan air hujan dari langit untuk menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang indah, bermanfaat, dan menghasilkan kekayaan. 
  5. Tantangan untuk Membuktikan Tandingan Allah
    Setelah menjelaskan ciptaan-Nya yang tak terhingga, Allah menantang orang-orang musyrik: “Perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sesembahanmu selain Allah,”. 
  6. Kesasatan Orang yang Menyekutukan Allah
    Jawabannya adalah tidak ada satu pun tuhan selain Allah yang sanggup menciptakan dan menguasai alam semesta. Orang-orang yang menyembah selain Allah itu adalah orang-orang yang zalim (menganiaya diri sendiri) dan berada dalam kesesatan serta kebodohan yang nyata.