Bumi sebagai Subjek Moral Akibat Krisis Iklim


Al-A`raf [7]:56

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Terjemah:

Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

Kandungan Ayat:

  1. Larangan Merusak Bumi 
    Allah melarang manusia melakukan perbuatan yang merusak ekosistem dan lingkungan, seperti penebangan hutan liar, polusi, dan pemborosan sumber daya alam.
  2. Bumi Ciptaan yang Indah
    Ayat ini mengingatkan bahwa bumi adalah ciptaan Allah yang sempurna dan indah, sehingga harus dijaga dan dirawat dengan baik.
  3. Etika Berdoa
    Manusia diperintahkan untuk berdoa dengan rasa takut akan murka Allah (tidak diterima) dan harapan akan rahmat-Nya, yang mencerminkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai seorang hamba.
  4. Rahmat Allah bagi Orang Berbuat Baik 
    Ayat ini menyatakan bahwa rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan dan bertanggung jawab dalam menjaga alam.